Upayakan Lulusan Mudah Bekerja

Upayakan Lulusan Mudah Bekerja
Upayakan Lulusan Mudah Bekerja

Upayakan Lulusan Mudah Bekerja

Upayakan Lulusan Mudah Bekerja
Upayakan Lulusan Mudah Bekerja

BATUNUNGGAL – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Prakarya Internasional

selalu berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas. SMK ini berkomitmen mengantarkan lulusannya agar mudah terserap dunia kerja maupun melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah SMK Prakarya Internasional Drs H Syarif Pamungkas saat wisuda siswa SMK Prakarya Internasional di Graha Batununggal, Kota Bandung, belum lama ini.

Syarif mengatakan, keberhasilan 100 persen Ujian Nasional bukanlah tujuan ahir. Sebab, indikator keberhasilan SMK Prakarya Internasional adalah seluruh lulusannya dapat terserap di dunia indutri atau masuk perguruan tinggi.
KHIDMAT: Para wisudawan SMK Prakarya Internasional menyanyikan mars SMK Prakarya Internasional.
KHIDMAT: Para wisudawan SMK Prakarya Internasional menyanyikan mars SMK Prakarya Internasional.

”Untuk meningkatkan jumlah dan kualitas keterserapan lulusan, SMK Prakarya Internasional

telah membangun kerja sama dengan industri melalui bursa kerja. Setiap siswa yang lulus didata oleh sekolah secara lengkap. Dan ketika industri memberikan informasi mengenai kebutuhan SDM, pihak sekolah menghubungi para alumni yang belum terserap di indutstri,” Papar H. Syarif dalam sambutannya.

Dengan bursa kerja, maka keterserapan lulusan dapat terpantau dengan nyata dan jelas. Yaitu seberapa besar tingkat keserapannya.

Menurutnya, untuk meningkatkan mutu, tahun ke tahun SMK Prakarya Internasional terus berbenah dengan meningkatkan kompetensi para dewan guru. Yaitu melalui peningkatan kualifikasi pedidikn S1, S2 dan melalui sertifikasi guru.

”Dalam mendukung kegiatan belajar mengajar tahun 2016/207, SMK Prakarya Internasional telah memiliki SAS

(sistem administrasi sekolah) dengan sistem pembelajaran menggunakan potensi VAK (visual auditori kinestik). Sistem ini memudahkan siswa untuk terus berkreasi dan berinovasi, namun tidak meninggalkan nilai-nilai estetika dan moralitas suatu bangsa,” ujar dia.

Lebh lanjut, H. Syarif berpesan, keberhasilan seorang siswa bukan dinyatakan dari hasil Ujian Nasional. Akan tetapi, dinilai oleh masyarakat dan dunia industri dari cara berpikir dan bertindak yang cermat dan teliti.

Selain itu, siswa dituntut untuk dapat mengabdi dan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama di bangku sekolah pada lingkungan.

Walapun upacara wisuda merupakan seremonial, namun moment ini berarti melepaskan kader-kader bangsa untuk kembali ke tengah masyarakat. Khususnya untuk tumbuh berkembang dan mengabdi guna guna membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Terutama di bidang industri dan administrasi perkantoran. (a2/fik)

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/