Susi Pudjiastuti: Kesuksesan Diraih Lewat Proses Panjang

Susi Pudjiastuti Kesuksesan Diraih Lewat Proses Panjang
Susi Pudjiastuti Kesuksesan Diraih Lewat Proses Panjang

Susi Pudjiastuti: Kesuksesan Diraih Lewat Proses Panjang

Susi Pudjiastuti Kesuksesan Diraih Lewat Proses Panjang
Susi Pudjiastuti Kesuksesan Diraih Lewat Proses Panjang

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengungkap kisah inspiratifnya

untuk generasi muda dalam diskusi “Gen Milenial Bicara Pancasila”. Acara yang dihadiri ratusan pelajar dan mahasiswa serta mahasiswi tersebut diadakan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu (2/3/2019).

Susi menuturkan, kesuksesan yang diraihnya sebagai pengusaha tidak dihasilkan dalam sekejap. Perempuan asal Pangandaran, Jawa Barat tersebut menuturkan, terdapat proses panjang sampai dirinya kemudian dipercaya sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Jangan melihat saya yang sekarang, saya melalui proses yang panjang,” kata Susi.

Peserta acara menyambut pesan itu dengan tepuk tangan penuh antusias.

Susi mengisahkan masa lalunya yang sempat berhenti bersekolah. Susi baru melanjutkan pendidikan dan mendapat ijazah SMA pada 2018 melalui jalur Paket C jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. “Saya berhenti sekolah bukan berarti sekolah enggak penting. Buktinya saya sekolah lagi,” ungkap perempuan kelahiran 15 Januari 1965 itu.

Susi menegaskan, pendidikan tetap sangat berpengaruh dalam kehidupan setiap generasi muda. Pada kesempatan itu, Susi menyatakan, dirinya berhasil mendongkrak neraca perdagangan ikan Indonesia menjadi nomor 1 di Asia pada 2015. Terobosan Susi lain dalam bidang kelautan yaitu melalui kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan.

“Sebelum pemerintahan Pak Jokowi, neraca perdagangan ikan Indonesia nomor buntut,

meski luas laut kita nomor dua di dunia,” ungkap Susi. Untuk diketahui, Susi masuk dalam daftar Global Thinkers 2019 yang dirilis majalah Foreign Policy. Foreign Policy menulis nama Susi dalam kategori Pertahanan dan Keamanan atas kontribusinya menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

“Kita memang harus jadi creator, bukan pengekor. Energi positif itulah terjemahan Pancasila. Kebijakan Indonesia yang tegas membuat Indonesia disegani,” tegas Susi. Selain Susi, turut hadir dalam acara Bupati Banyuwangi Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia Richard Sam Berra, dan Wakil Sekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga.

 

Sumber :

https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/08/sejarah-siti-fatimah-lodaya.html