Prosedur-Prosedur Pengendalian atau Perbaikan Perilaku

Prosedur-Prosedur Pengendalian atau Perbaikan Perilaku
Prosedur-Prosedur Pengendalian atau Perbaikan Perilaku

Prosedur-Prosedur Pengendalian atau Perbaikan Perilaku

Prosedur-Prosedur Pengendalian atau Perbaikan Perilaku
Prosedur-Prosedur Pengendalian atau Perbaikan Perilaku

1. Memperkuat Tingkah Laku Bersaing

Dalam usaha mengubah  tingkah laku yang tidak diinginkan, diadakan penguatan tingkah laku yang diinginkan misalnya dengan kegiatan-kegiatan kerjasama, membaca dan berkerja di satu meja untuk mengatasi kelakuan-kelakuan menentang, hilir mudik dan melamun.

2. Ekstingsi

Ekstingsi dilakukan dengan membuang atau meniadakan peristiwa-peristiwa penguat tingkah laku. Ekstingsi bisa dipakai bersama-sama dengan metode lain seperti “modelling’ dan “social reinforcement”.
Guru-guru sering mengalami kesulitan mengadakan ekstingsi, sebab mereka harus belajar mengabaikan “misbehaviors” tertentu. Tentu saja ada jenis-jenis tingkah laku yang tak dapat diabaikan oleh guru-guru terutama tingkah laku yang menyinggung perasaan murid-murid.
Ekstingsi berlangsung terutama jika reinforcement adalah perhatian. Jika murid memperhatikan kesana kemari, maka perlu bahan interaksi guru-guru murid akan menghentikan tingkah laku murid itu.

3. Satiasi

Satiasi adalah suatu prosedur menyuruh seseorang melakukan perbuatan berulang-ulang sehingga ia menjadi lelah atau jera.

4. Perubahan Lingkungan Stimuli

Beberapa tingkah laku bisa dikendalikan oleh perubahan kondisi stimulis yang mempengaruhi tingkah laku itu. Apabila murid terganggu oleh suara gaduh di luar kelas, ketukan jendela bisa menghentikan gangguan itu. Apabila suatu tugas sulit mengecewakan murid, maka guru bisa mengganti dengan tugas yang kurang begitu sulit. Jika di kelas ada 2 orang murid yang termenung saja, guru dapat menghampiri atau duduk di dekat mereka.

5. Hukuman

Untuk memperbaiki tingkah laku, hukuman hendaknya diterapkan di kelas dengan  bijaksana. Hukuman bisa mengatasi tingkah laku yang tidak diinginkan dalam waktu singkat, untuk itu perlu disertai dengan reinforcement. Hukuman menunjukkan apa yang tidak boleh dilakukan murid, sedangkan reward menunjukkan apa yang mesti dilakukan oleh murid.
Baca Artikel Lainnya: