Mengajari Anak Menerima Kekalahan

Siapa sih diantara Anda semuanya tak ingin anaknya untuk jadi seorang pemenang? Bisa dipastikan jika Anda semuanya mengingkan hal tersebut kan bund. Walaupun demikian sudah sering sekali Anda lupa bahwasannya mengajarkan anak menerima kekalahan merupakan sebuah proses dari pembelajaran yang seharusnya diterapkan pada anak sejak usia dini. Dengan menerima kekalahan itu artinya akan membentuk anak mempunyai pribadi yang lebih baik lagi.

Mengajari Anak Menerima Kekalahan
Mengajari Anak Menerima Kekalahan

Untuk setiap kegiatan, termasuk dalam halnya perlombaan, tentunya kemenangan merupakan suatu hal yang paling membanggakan, tapi kekalahan merupakan suatu proses yang harus Anda dampingi, sehingga sih anak pun juga tidk jadi anak yang kurang percaya diri, tak mau mencoba lagi, berputus asa, atau pun pesimis. Oleh sebab itulah pada article kali ini akan bantu Anda semuanya untuk ajari anak menerima kekalahan.

Cara mengajari anak menerima kekalahan

Pahamilah kekalahan tersebut

Sejak usia dini, anak Anda memang harus bisa menerima kenyataan bahwasannya konsep kalah tersebut bukan berarti jadi yang paling buruk, akan tetapi memahami kalah merupakan sebuah proses, walaupun yang demikian ini terdengarannya cukup sepele, namun sering sekali emosi orangtua juga ikut dalam kekalahan sih anak, sehingga menjadikannya kurang percaya diri lagi.

Pahami kekalahannya

Kalah tak berarti tak juara. Pemahaman yang seperti ini wajib Anda berikan pada anak. Anda bisa memulai dengan menjelaskan bahwasannya hasil akhi dari sebuah perlombaan bukan berarti tak jadi juara akan tetapi untuk tetap bersemangat, itu hanyalah sebuah permainan dan juga perjalanan masih sangat panjang. Orangtua harus bisa memahami bahwasannya sebuah kompetsi tak hanya karena hasil akhir, sehingga Anda juga akan mengajarkan anak untuk hargai upaya untuk bisa berprestasi.

Luapkan perasaan

Anda juga bisa ajarkan anak Anda untuk bisa mengekspresikan kekalahannya. Umumnya anak akan memukul, menendang, berteriak, atau menangis. Walaupun sulit untuk bisa jaga perasaan ketika kalah, tapi dengan mendampingi anak Anda untuk luapkan semua perasaan kekalahannya, yang demikian ini akan membuatnya kembali percaya diri.

Akui kekurangan

Akuilah kekurangan yang dimiliki, yang demikian ini tak berarti bahwasannya anak Anda tak jago, akan tetapi mengajarinya untuk rendah hati, bisa menghargai orang lain, dan juga menerima sebuah kelahan sebagai suatu proses belajar. Dengan begitu tak aka nada yang salah dengan sebuah kekurangan, sehingga Anda pun bisa memastikan anak Anda bisa mengenal dirinya dengan kekurangan yang dia miliki.

Selain itu, Anda juga harus menghargai kerja keras anak dan juga berfokus pada proses bukan hasil. Nah, demikianlah informasi yang dapat kami bagikan tentang cara mengajari anak menerima kekalahan. Semoga saja informasi di atas bisa bermanfaat dan menginspirasi.

sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/