Mendikbud Bicara Kekurangan Guru dan Status Honorer

Mendikbud Bicara Kekurangan Guru dan Status Honorer
Mendikbud Bicara Kekurangan Guru dan Status Honorer

Mendikbud Bicara Kekurangan Guru dan Status Honorer

Mendikbud Bicara Kekurangan Guru dan Status Honorer
Mendikbud Bicara Kekurangan Guru dan Status Honorer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy mengakui bahwa Indonesia

masih kekurangan tenaga guru. Menurut Muhadjir, sudah tujuh tahun belakangan pemerintah tidak melakukan perekrutan guru secara reguler.

“Guru masih ada kekurangan, tapi tidak banyak. Hanya memang sekarang status guru ini masih beragam, terutama untuk yang sekolah negeri. Ada yang statusnya PNS dan sudah dapat sertifikat profesi, tapi banyak juga sekarag statusnya guru tidak tetap,” kata Muhadjir usai memimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Kemendikbud, Sabtu (25/11).

Karena itu, kata Muhadjir, masalah kekurangan guru itu harus ditata secara

menyeluruh dengan tenaga ekstra. Muhadjir mengungkapkan, berdasar data di Kemendikbud, masih ada 737.000 guru berstatus tidak tetap (honorer) di sekolah negeri.

“Itu tidak termasuk guru-guru agama yang jadi wewemang Kementerian Agama. Sehingga kami perkirakan jumlah guru yang beratatus tidak tetap atau guru honorer itu sekitar 840.000-an,” ungkapnya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu tengah menelaah soal kepastian

posisi guru-guru tersebut sebagai PNS.

“Sejak otonomi daerah diberlakukan, maka kewenangan Kemendikbud dalam kaitannya soal guru itu tidak mutlak lagi. Kemendikbud dalam hal ini lebih bersifat sebagai pengguna dari tenaga aparat sipil negara yang bernama guru itu,” paparnya.

Muhadjir menambahkan, Kemendikbud akan duduk bersama Kemen PANRB, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri guna memecahkan persoalan guru.

 

Baca Juga :