Kolaborasi Guru BK dengan Badan Narkotika Nasional

Kolaborasi Guru BK dengan Badan Narkotika Nasional
Kolaborasi Guru BK dengan Badan Narkotika Nasional

Kolaborasi Guru BK dengan Badan Narkotika Nasional

Kolaborasi Guru BK dengan Badan Narkotika Nasional
Kolaborasi Guru BK dengan Badan Narkotika Nasional

Pada hari Rabu, 18–09–2013 Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Lingkungan Sekolah Bebas Narkoba bersama para Guru BK SMP, SMA dan SMK, se-Kabupaten Kuningan, dengan menghadirkan pemateri:

GURUH IRAWAN ZULKARNAEN, S.STP.,M.Si., Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan, yang memaparkan materi tentang Bahaya Narkoba dan Peredarannya di Indonesia.
AGUS MULYA, S.Pd., M.Si., Kasi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan, yang mengupas materi tentang Sosialisasi Lingkungan Sekolah Bebas Narkoba Lewat Bimbingan dan Konseling
Sementara itu, Drs. H. Maman Suparman, MM. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan, dalam sambutan pengarahannya mengemukakan tentang pentingnya para guru BK untuk dapat memahami dan memantau perkembangan setiap peserta didiknya sehingga bisa dilakukan upaya pendeteksian dan pencegahan sejak dini agar para siswa tidak terlibat dalam berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.

Ketika dibuka sesi tanya jawab, beberapa peserta menyampaikan berbagai permasalahan dan harapannya kepada BNN, terkait dengan upaya pencegahan dan mengatasi masalah siswa yang terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba.

=========

Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, saya merefleksi beberapa hal:

Penyalahgunaan Narkoba telah menjadi masalah serius dan sangat kompleks di negeri ini. Indonesia merupakan pengguna penyalahgunaan Narkoba tertinggi di Asia Tenggara Berdasarkan riset BNN yang bekerja sama dengan Univerisitas Indonesia, angka prevalensi pengguna usia 10-59 tahun mencapai 2,32 persen tahun 2012. (TribunNews). Menurut catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), warga negara Indonesia yang telah menjadi korban penyalahgunaan barang haram ini angkanya telah mencapai lebih dari 4 juta jiwa dan hanya sedikit yang mendapat pelayanan terapi dan rehabilitasi, hanya sekitar 18.000 orang atau 0,47%. Korbannya tidak hanya mereka yang broken home, tetapi sudah menjalar pada keluarga harmonis dan menyasar semua tingkatan usia dan profesi yang ada di negeri ini. Narkoba telah berkembang ke seluruh penjuru Tanah Air bahkan sampai ke desa-desa. Diskotik dan tempat hiburan malam sudah menjadi tempat lazim peredaran narkoba. Bahkan ada desa atau kampung yang menjadi tempat berkumpulnya penjual narkoba, termasuk lapas menjadi tempat mengkonsumsi narkoba. (DetikNews).
Upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba membutuhkan kepedulian semua komponen bangsa. Guru BK dapat dipandang sebagai salah satu komponen penting dan strategis dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa, dengan berusaha mengembangkan berbagai layanan yang ada Dalam hal ini, tentu saja Guru BK dalam menjalankan peran dan tugasnya harus tetap mengacu kepada kaidah dan prinsip-prinsip BK (silahkan unduh materi ini: Konsep dan Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling atau lihat materi ini: Peta Konsep Pedoman Umum Layanan Bimbingan dan Konseling).
Kehadiran BNN dapat dijadikan sebagai kolaborator dalam mengembangkan layanan BK di sekolah. Berdasarkan penjelasan dari Kepala BNN Kabupaten Kuningan dan beberapa pengurus yang sempat berdiskusi dengan saya, bahwa pada prinsipnya BNN Kabupaten Kuningan membuka diri untuk membangun kolaborasi dengan para Guru BK dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba, Diantaranya dalam hal : (a) penyediaan berbagai materi (konten) dan narasumber untuk kepentingan layanan informasi maupun kegiatan pendukung Tampilan Kepustakaan; (b) menjadi agen alihtangan kasus, khusus bagi konseli pengguna narkoba (bukan pemain narkoba) yang tidak bisa ditanggulangi sendiri oleh Guru BK; dan (c) memfasilitasi Guru BK yang ingin mempublikasikan karya tulisnya, melalui berbagai media massa yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan BNN Kabupaten Kuningan. Semua ini tentu menjadi peluang yang sangat berharga untuk pengembangan layanan BK di sekolah.