Jabar Sumbang 15 Persen Investor Nasional

Jabar Sumbang 15 Persen Investor Nasional
Jabar Sumbang 15 Persen Investor Nasional

Jabar Sumbang 15 Persen Investor Nasional

Jabar Sumbang 15 Persen Investor Nasional
Jabar Sumbang 15 Persen Investor Nasional

BANDUNG-Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor di Indonesia hingga saat ini

baru mencapai 700.000 atau baru sekitar 1 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta.

Kepala Unit Pengelolaan Galeri Divisi Pengembangan Investor PT Bursa Efek Indonesia I Gusti Agung Alit Nityaryana mengatakan, jumlah tersebut masih relatif kecil dibanding dengan negara di Asean meski dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan  investor yang cukup bagus.

“Ada beberapa faktor pertumbuhan investor ini lambat, di antaranya inklusi mengenai produk pasar modal kuran

g, adanya stigma pasar modal judi dan penilaian masyarakat bahwa investasi bodong berkaitan dengan saham,” ucapnya.

Alit menyatakan, untuk meningkatkan jumlah investor pihaknya mencoba mendekatkan investor dan manajemen perusahaan dengan harapan mereka bisa berdiskusi lebih lanjut terkait pasar modal terhadap emiten tertentu sehingga ada keterbukaan antara kedua belah pihak.

“Cara ini mampu meningkatkan jumlah investor, seperti yang terjadi di Jabar, terhitung Juli 2018

jumlah investor di Jabar mencapai 114 ribu atau 15% dari total investor di Indonesia dengan emiten mencapai 35, ini cukup besar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Kasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lasdini Purwanti mengatakan,  OjK sebagai regulator akan terus mendorong kapital market karena masih sedikitnya investor yang ada di Indonesia saat ini.

“Kita tahu bahwa di luar negeri investasi ini menjadi tujuan orang untuk berinvestasi dibandingkan harus diperbanyak,” ujar Lasdini, kepada wartawan dalam Investor Summit 2018 pada Selasa (04/09).

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/