Dimensi Multikultural dalam Pendidikan Karakter Sangat Penting

Dimensi Multikultural dalam Pendidikan Karakter Sangat Penting
Dimensi Multikultural dalam Pendidikan Karakter Sangat Penting

Dimensi Multikultural dalam Pendidikan Karakter Sangat Penting

Dimensi Multikultural dalam Pendidikan Karakter Sangat Penting
Dimensi Multikultural dalam Pendidikan Karakter Sangat Penting

Pimpinan lembaga-lembaga pendidikan Katolik dari seluruh Indonesia berkumpul di Jayapura,

Papua, pada 23-25 November 2018. Mereka membahas penguatan pendidikan karakter berbasis multikultur dalam tema “Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Multikultur Menuju Peradaban Kasih”.

Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Pastor Vinsensius Darmin Mbula OFM di Jayapura, Kamis (22/11) mengatakan, MNPK mengafirmasi pentingnya dimensi multukultural dalam rangka penguatan pendidikan karakter. MNPK mengakui bahwa pendidikan karakter berbasis multikultural sudah dilaksanakan di setiap lembaga pendidikan Katolik.

“Mendiskusikan secara khusus tema ini menegaskan sekaligus dua hal, yakni tekad untuk mengambil bagian dan menyukseskan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang sudah dicanangkan pemerintah serta memberi corak yang jelas bagi penerapan PPK itu dalam lembaga pendidikan Katolik, yaitu sesuai konteks Indonesia dan dengan inspirasi dari iman Katolik, khususnya dari Ajaran Sosial Gereja,” kata Pastor Darmin.

Dia menambahkan, membahas pendidikan karakter sangat relevan dan kontektual di tengah situas

Indonesia saat ini yang masih saja digerogoti oleh intoleransi, kekerasan atas nama agama, serta berkembangnya hoaks yang mengarah pada perpecahan.

“Sayangnya di tengah kondisi demikian, lembaga-lembaga pendidikan yang diharapkan menjadi benteng pertahanan terpeliharanya prinsip-prinsip dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti penghargaan terhadap keberagaman, toleransi dan terpancarnya peradaban kasih yang mewujud dalam harmoni, semakin rapuh,” katanya.

Lebih jauh ia menegaskan, “Institusi-instusi pendidikan justru menjadi bagian dari masalah, s

ebagaimana ditunjukkan dalam survei-survei berbagai lembaga swadaya masyarakat, di mana sekolah dan kampus-kampus menjadi lahan berkembangnya radikalisme dan ekstrimisme.”

Steril

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, lembaga-lembaga pendidikan Katolik ingin memperkuat diri agar steril dari bahaya-bahaya itu serta terus berikhtiar mengambil bagian dalam menghidupkan nilai-nilai karakter bangsa, sebagaimana termaktub dalam Pancasila.

“Selama hari studi ini, kami akan menggali inspirasi-inspirasi dari kekayaan budaya dan tradisi, serta dari Ajaran Sosial Gereja tentang hal-hal yang perlu terus dikembangkan di sekolah Katolik serta bisa ditularkan kepada sesama anak bangsa demi menyukseskan misi kita bersama, yakni menjadikan Indonesia sebagai rumah bersama yang aman dan damai, sehingga di dalamnya anak-anak bangsa bisa berkembang dan bertumbuh dengan baik dan memiliki kesempatan yang sama pula dalam berjuang mewujudkan Indonesia yang maju dan makmur,” jelas dia.

Direktur Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik Kota/Kabupaten Jayapura Silvester Lobya menambahkan, pembicaraan tentang pendidikan karakter dalam hari studi ini juga merupakan bagian dari keperihatinan atas ketimpangan yang cukup menguat dalam praktek pendidikan saat ini.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/