Aspek Hukum Perdata Internasional

Aspek Hukum Perdata Internasional
Aspek Hukum Perdata Internasional

Aspek Hukum Perdata Internasional

Aspek Hukum Perdata Internasional
Aspek Hukum Perdata Internasional

1)Titik Taut

Titik taut terbagi atas :

  1. Titik Taut Primer adalah faktor – faktor atau kedaan yang menciptakan hubungan dalam hukum perdata internasionalyakni :
  • Kewarganegaraan yang berbeda antara penggugat dan tergugat
  • Tempat kediaman tergugat yang berada di Indonesia
  • Tempat kedudukan badan hukum penggugat yang berada di Italia
  1. Titik Taut Sekunder adalah sekumpulan fakta yang menentukan hukum mana yang dipakai dalam suatu hubungan hukum perdata internasional yakni :
  • Tempat terletaknya benda ( lex rei sitae ) yang berada di Indonesia
  • Tempat dilakukanya perbuatan hukum ( lex loci actus ) dimana perbuatan perdagangan yang  terjadi di Indonesia
  • Tempat terjadinya perbuatan melawan hukum ( lex loci delicti commisi )yang terjadi di Indonesia

2) Pilihan Hukum

Pilihan hukum adalah salah satu masalah pokok dalam hukum perdata internasional . dari titik taut di atas dapat dilihat hukum mana yang harus di gunakan dalam menyelesaikan perkara di atas adalah hukum yang berlaku di Indonesia sesuai dengan tempat terjadinya perbuatan hukum ( lex loci actus  ) dan tempat terjadinya perbuatan melawan hukum ( lex loci delicti commisi ) karena dalam kasus diatas tidak terdapat perjanjian ( kontrak ) dengan cara mendaftarkan gugatan pada Pengadilan Niaga yang dalanm hal ini dalam pengadilan Niaga Jakarta Pusat .

3) Pilihan Forum

Pilihan Forum juga merupakan suatu masalah dalam hukum perdata internasional.

Masalah hukum perdata internasional dapat diselesaikan dengan dua cara yakni :

  • Lembaga peradilan
  • Lembaga arbitrase

Dalam kasus ini sudah jelas sekali pilihan forum yang digunakan pihak penggguat terhadap pihak tergugat  dalam perkara penciplakan merek dagang .

Pihak penggugat mendaftarkan gugatannya pada suatu  badan peradilan yang berada di Indonesia yakni peradilan niaga Jakarta Pusat .

4) Kualifikasi Dalam HPI

Kualifikasi dalam hukum perdata internasional ada dua macam yaitu :

  1. Kualifikasi Fakta

ialah kulifikasi yang dilakukaun terhadap sekumpulan fakta dalam suatu peristiwa hukum untuk ditetapkan menjadi satu atau lebih perstiwa hukum berdasarkan kategori hukum dan kaidah kiada hukum dari system hukum yang di anggap seharusnya berlaku ( lex causae ).

Pada kasus ini kualifikasi faktanya ialah adanya penciplakan barang dan merek dagang yang dilakukan oleh Sutardjo Jono serta melakukan pendaftaran merek pada Dirjen HAKI dengan maksud menguntungkan diri sendiri dan melakukan penyesatan terhadap konsumen atas suatu merek dagang terkenal yang bertentangan dengan penjelasan pasal 4 undang – undang no.15 tahun 2001 tentang merek dagang .

  1. Kualifikasi Hukum

ialah penggolongan atau pembagian hukum kedalam kategori hukum yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pada kasus

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/